Selasa, 26 Juni 2012

Lalat dan Penyakit Menurut Rasulullah dan Saintis


















“Dari Abi Hurairah r.a berkata bahawa Rasulullah SAW telah bersabda yang bermaksud: Apabila lalat jatuh ke dalam minuman salah seorang di antara kamu maka rendamkanlah lalat itu kemudian buanglah. Kerana pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lain terdapat obat.
Hadis ini benar-benar pelik. Bolehkah lalat yang dikenali sebagai binatang pengotor mempunyai penawar kepada penyakit yang dibawanya?

Secara Logika
Lalat memang dikenali sebagai binatang pengotor dan pembawa penyakit. Hal ini sepertinya yang telah diterangkan dalam hadis di atas "sesungguhnya pada sebelah sayapnya terdapat penyakit’.
Berbagai jenis bakteria yang terdapat pada tubuh badan lalat ini tidak mengakibatkan penyakit kepada lalat itu sendiri?
Kerana lalat memiliki daya tahanan badan yang menghasilkan sejenis toksin yang bertindak sebagai penawar (antidote) yang memelihara dirinya dari pada bahaya bakteria-bakteria tersebut.

Secara Saintifik
Islam meyuruh kita supaya menjaga kebersihan bukan hanya pada pakaian dan tempat tinggal malah pada makanan dan juga minuman.
Rasulullah SAW amat menitikberatkan hal ini sehinggakan apabila seekor lalat pun yang memasuki makanan atau minuman, baginda menyuruh kita berwaspada terhadap penyakit yang bakal menimpa seperti keracunan makanan dan sebagainya.

Sitoplasma dapat membunuh kuman dari lalat

Apa yang disebutkan di dalam hadis di atas telah dibuat kajian oleh para saintis pada zaman dahulu. Contohnya pada tahun 1871, Prof. Brefild Ilmuwan Jerman dari Universiti Hall menemukan mikroorganisma jenis Fitriat yang diberi nama Ambaza Mouski dari golongan Antomofterali. Mikroorganisma ini hidup di bawah tingkat zat minyak di dalam perut lalat.
Ambaza Mouski ini berkumpul di dalam sel-sel sehingga membentuk kekuatan yang besar. Kemudian sel-sel itu akan pecah dan mengeluarkan sitoplasma yang dapat membunuh kuman-kuman penyakit. Sel-sel tersebut terdapat di sekitar bahagian ke tiga dari tubuh lalat, pada bagian perut dan ke bawah.

Kemudian pada tahun 1947, Ernestein seorang Ilmuan Inggris juga menyelidiki Fitriat pada lalat ini. Hasil penyelidikannya menyimpulkan bahwa fitriat tersebut dapat memusnahkan pelbagai bakteri.

Tahun 1950, Roleos dari Switzerland juga menemukan mikroorganisma ini dan memberi nama Javasin. Para peneliti lain Prof. Kock Famer (Inggris),
Rose Etlengger (German) dan Blatner (Switzerland) melakukan penyelidikan dan membuat kesimpulan yang sama tentang mikroorganisma pada lalat sekaligus membuktikan baha]wa berbagai penyakit dan bakteri pada lalat hanya terdapat pada ujung kakinya saja bukan pada seluruh badannya. Justru mikroorganisma yang dapat membunuh kuman itu tidak dapat keluar dari tubuh lalat kecuali setelah disentuh oleh benda cair. Cairan ini dapat menambah tekanan pada sel-sel yang mengandungi mikroorganisma penolak kuman sehingga pecah dan memercikkan mikroorganisma.

Ternyata bahwa apa yang dikatakan oleh Rasulullah adalah benar kepada kita agar menenggelamkan lalat terlebih dahulu ke dalam air bagi mengeluarkan mikroorganisma penolak kuman dari badan lalat tersebut, dalam erti kata bahwa badannya harus dibasahkan sebelum membuangnya dan air yang menjadi tempat pendaratan lalat tadi dapat diminum dengan selamat.

Subhanallah betapa hebatnya junjungan kita, Nabi Muhammad SAW.
sumber: muslimconsumer

0 komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger