Jumat, 20 Juli 2012

RAHASIA KENIKMATAN IBADAH PUASA



Ada lima rahasia utama ibadah puasa yang  kita dapat merasakan kenikmatan :
 
Menguatkan Jiwa.
Dalam hidup kita , manusia dikuasai hawa nafsu.

Manusia menuruti apa yang menjadi keinginannya, meskipun sesuatu yang batil serta mengganggu dan merugikan orang lain.

dalam Islam ada perintah untuk memerangi hawa nafsu dengan berusaha untuk menguasainya. Bukan membunuh nafsu yang membuat kita tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu bersifat duniawi.

Dalam memerangi (hawa nafsu) manusia mengalami kekalahanyang mana merupakan malapetaka besar baginya. Manusia yang kalah dari pada hawa nafsu akan mengalihkan pengabadiannya kepada Allah SWT, hawa nafsu selalu cenderung mengarahkan manusia kepada kesesatan dan kerugian di dunia dan akherat.

Allah SWT berfirman: “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya.” 

(Surah al-Jaathiyah, ayat 23)

Dengan puasa, manusia akan bisa menguasai nafsunya yang akan membuat jiwanya menjadi kuat. Dengan puasa manusia memperoleh derajat yang tinggi serta menjadikannya mampu mengetuk dan membuka pintu langit hingga segala doanya dimakbulkan Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda : “Ada tiga golongan yang tidak ditolak doa mereka: Orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” 

(Hadis riwayat at-Tirmizi)

Mendidik keinginan ke arah kebaikan.
Puasa mendidik seseorang untuk memiliki keinginan kepada kebaikan, meskipun menghadapi berbagai masalah dan rintangan. Puasa yang dikerjakan dengan baik akan membuatnya seseorang itu terus mempertahankan keinginannya yang baik.

Rasulullah SAW menyatakan puasa itu setengah daripada kesabaran.

Rasulullah bersabda : “Puasa itu sebagai benteng” (daripada serangan keburukan).

Dalam kaitan ini, puasa akan menjadikan rohani seorang Muslim semakin kuat. Kekuatan rohani  akan membuatnyaseseorang itu tidak akan lupa diri, meskipun sudah mencapai kejayaan atau kenikmatan duniawi.

Kekuatan rohani juga akan membuat seorang Muslim tidak akan berputus asa meskipun penderitaan yang dialami sangat sulit.

Menyihatkan badan.
Di samping kesehatan dan kekuatan rohani, puasa memberikan pengaruh positif berupa kesihatan jasmani (tubuh dan anggota badan). Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh Rasulullah SAW, malahan telah dibuktikan oleh dokter atau ahli perobatan.

Mengenal nilai kenikmatan dan bersyukur.
Dalam hidup ini, sebenarnya terlalu banyak kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia, tetapi manusa banyak yang tidak mensyukurinya. Dapat nikmat satu tidak terasa menginginkan dua yang kedua. Dapat nikmat yang kedua tidak terasa menginginkan nikmat ketiga dan begitulah seterusnya manusia.

Maka, dengan puasa manusia bukan hanya disuruh memperhatikan dan merenungi kenikmatan yang diperoleh, malah diminta merenung nikmat Allah SWT kepada kita.

Di sini, pentingnya puasa bagi mendidik untuk menyadari betapa tingginya nilai kenikmatan yang Allah berikan supaya kita menjadi orang yang pandai bersyukur dan tidak mengecilkan arti kenikmatan daripada Allah SWT. Rasa syukur memang akan membuat nikmat itu bertambah banyak, baik dari jumlah atau paling tidak dari rasanya nikmat tersebut.

Allah berfirman : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Surah Ibrahim, ayat 7).


Mengingat dan merasakan penderitaan orang lain.
Lapar dan dahaga memberikan pengalaman bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan orang lain. Pengalaman lapar dan haus itu akan segera berakhir hanya dengan beberapa jam (lebih kurang 12 atau 13 jam), sementara penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir.

Dari sini puasa akan melahikanr dan memantapkan rasa simpati kita kepada kaum Muslimin lainnya yang hidup dalam kemiskinan dan menderita.

Sebelum Ramadan berakhir, kita diwajibkan untuk menunaikan zakat (fitrah). Hal ini supaya setahap demi setahap kita mampu mengatasi persoalan umat muslim yang menderita. Bahkan, zakat tidak hanya bagi kepentingan orang miskin yang menderita, malah menghilangkan kekotoran jiwa yang berkaitan dengan harta seperti gila harta dan kikir.

Allah berfirman : “Ambillah zakat daripada sebahagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersih dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Surah at Taubah, ayat 103).
 


Sumber dari 'Al-Ibadah Fil Islam'  DR Yusuf Qardhawi

0 komentar:

Poskan Komentar